Menyalurkan Bantuan Kepada Keluarga Dhuafa

Dalam Islam, sedekah menjadi bukti ketaqwaan kepada Allah SWT. Untuk itu, jangan sampai kita menunda untuk bersedekah. Sedekah juga bisa menghapus dosa kecil dan tentu butuh bertaubat serta tidak mengulanginya kembali jika ingin sedekah kita bernilai.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan adalah sedekah bagimu.” 

Di hadits yang lain Rasulullah bersabda, “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi sedekah.” (HR Ibnu Majah).

Bagi mereka yang bersedekah, Allah SWT pun memberikan perlindungan kelak di hari akhir. Hal ini seperi yang ada dalam hadits riwayat Bukhari, “Seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa saja yang disedekahkan oleh tangankanannya."

Istilah dhuafa seringkali kita dengar sebagai umat islam. Dhuafa mempunyai makna sebagai orang orang yang kehidupannya mengalami kelemahan, kesengsaraan, ketidak berdayaan dan kemiskinan. Maka keadaan yang demikian itu membutuhkan pertolongan dan uluran tangan dari orang lain untuk dapat terus bertahan hidup. Islam mengatur tatanan hidup yang sempurna, tidak hanya mengatur kehidupan seseorang terhadap Tuhannya, tetapi juga mengatur masalah muamalah yaitu hubungan sesama manusia, hubungan manusia dengan makhluk lain dan hubungan dengan alam sekitarnya, seperti sosial budaya, pertanian, teknologi, dan tidak terkecuali bidang ekonomi. Islam memunculkan kepedulian sosial sangat tinggi untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi sesama manusia. Kepedulian ini bisa dilihat dari beberapa ajaran Islam yang memiliki fungsional sosial yang salah satunya adalah zakat/sedekah.

Dalam ajaran Islam, amal sholeh merupakan penyempurna dari keimanan dikarenakan keimanan kepada Tuhan harus termanifestasi dalam kebaikan pada sesama. Konsep ini sesuai dengan nilai yang ada dalam Muhammadiyah tentang kehidupan manusia di dunia semata-mata untuk beramal sholeh untuk kepentingannya di akhirat yang akan dimintai pertanggung jawaban kepada Allah. Hal sama dengan yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan tentang renungan surat Al-A’la 16-17 yang berarti “bukankah kamu masih memililih kehidupan dunia, padahal akherat itu lebih baik dan juga lebih kekal”. Menurut KH Ahmad Dahlan manusia yang masih memiliki terpautan hati dengan dunia dengan tanda lebih mencintai harta dari pada Allah seperti kurang membelanjakan hartanya untuk jalan dakwah, enggan menolong fakir miskin dan membedakan orang yang kaya dan miskin. Merekalah yang harus diberantas dengan membersihkan hati kepada Allah dengan cara tafakur, mawas diri dan meneliti sehingga tidak lagi cinta terhadap dunia khususnya harta, kedudukan dan nafsunya.

Selain itu, sedekah juga tidak tertutup hanya pada harta yang bersifat materi namun juga amalan kebaikan yang nonmateri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat shalat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari danMuslim). Melalui hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa sedekah merupakan amalan yang luas jangkauannya, tidak hanya terbatas pada harta benda saja. Oleh karena itu sudah saatnya sedekah dijadikan sebagai gaya hidup, agar hidup terasa menjadi lebih indah dan berkah.


Komentar

Postingan Populer